Awas Harimau di Merbabu!!!

Padahal pengen daki merbabu malam tahun baru nanti. Jadi agak takut setelah baca berita ini. Artikel dari harian kompas.

BOYOLALI, KOMPAS - Kerusakan ekosistem yang mulai mengganggu mata rantai makanan hewan di Gunung Merbabu, Jawa Tengah, membuat daerah jelajah harimau semakin luas sehingga membahayakan manusia.

Minggu (16/11) sore, seorang perempuan berusia sekitar 30 tahun ditemukan tewas akibat dimangsa harimau di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, Dusun Krembyungan, Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.

Kepala Balai Taman Nasional (BTN) Gunung Merbabu Untung Sugiyono di Boyolali, Senin, mengatakan, perempuan yang identitasnya tak diketahui ini diperkirakan sudah tewas satu hari sebelumnya. Korban ditemukan di hutan yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Dusun Krembyungan.

”Daging paha korban habis sehingga hanya tinggal tulang. Pakaian korban juga tercabik-cabik. Warga yang berupaya mengevakuasi korban sempat melihat ada seekor harimau muncul tidak jauh dari sana,” kata Untung.

Ia mengutarakan, selama ini petugasnya sama sekali belum pernah menemui harimau di Gunung Merbabu. Diduga, harimau tersebut kesulitan mencari makanan di daerah ketinggian sehingga mulai memperluas wilayah jangkauannya yang bisa mencapai radius 100 kilometer persegi. ”Rusa dan kijang yang menjadi makanan harimau ini semakin berkurang karena perburuan liar yang marak maupun karena rusa tersebut kesulitan mendapat makanan karena rusaknya ekosistem. Akibatnya, harimau mulai turun dan manusia menjadi sasaran,” kata Untung.

Koordinator Polisi Hutan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Eko Novi mengutarakan, jarak penemuan mayat tersebut dari jalur pendakian Wekas, Pakis, hanya sekitar 2 kilometer sehingga pendaki harus lebih waspada.

Para pendaki diimbau mendaki dalam rombongan dan menghindari berteduh di pohon-pohon lebat bila sedang hujan. ”Kami tak akan menutup jalur pendakian, tetapi akan mengirimkan pemberitahuan kepada pengelola jalur pendakian untuk mengingatkan pendaki. Kami akan selidiki jenis harimau itu.” (GAL)

Jadi inget waktu diklat pecinta alam (kalau gak salah akhir 2005), ketemu monyet waktu bangun tidur, lagi acak-acak bekal & sampah. Untung bukan harimau di atas yang datang. Pernah juga waktu mendaki sendiri ke gunung ungaran, waktu turun ada mbah-mbah yang ngajak ngobrol, “kok kendel temen to le, neng kono kan ono macan” (kok berani sekali dik, di sana kan ada macan). Satu lagi pengalaman di merbabu, pas mendaki malam-malam ada anjing dari kejauhan, kelihatan matanya yang bersinar (kena senter) dan menggonggong ke arah kami berdua. Dag dig dug, pikirku kalau menerkam langsung gebuk aja pakai senter besi yang lagi dipegang. Waktu turun (pagi) ternyata ketemu lagi itu anjing, ternyata dalam kondisi terikat. Capek deh… Siapa sih yang taruh anjing di jalur pendakian…

Telah Terbit Buku Pertama Saya

Sebetulnya sudah terbit 2 bulan lebih, cuma lagi super sibuk plus kalau ada waktu luang pun malas nulis kepinginnya istirahat dan jalan-jalan :) .

Judulnya Meningkatkan Finansial Dosen, Guru, dan Mahasiswa dengan Blogspot dan AdSense. Dari judul saya kira sudah jelas gambaran isinya. Buku ini berisi langkah-langkah praktis bagaimana membuat blog dari layanan blogspot serta informasi lengkap google adsense mulai dari tips ‘pasti’ mendapatkan akun sampai ke cara mencairkan cek yang nanti diterima.

Targetnya adalah kalangan akademisi baik dosen, guru maupun mahasiswa. Kenapa kaum akademisi? Karena mereka-mereka ini adalah orang-orang yang paling berpeluang untuk sukses di bidang adsense. Mereka yang punya pengetahuan dan interest terhadap bidangnya masing-masing mempunyai kemampuan untuk menciptakan situs yang unik, menarik dan fokus. Situs yang demikian lah yang berpeluang exist di bisnis adsense maupun media iklan online yang lain. Alasan lain adalah memberi peluang finansial bagi mahasiswa yang butuh biaya edukasi dan para pengajar yang upah kerjanya masih sangat rendah dibanding dengan tanggungjawab yang diemban.

Sebagai informasi saya sudah menjalani bisnis adsense selama 2 tahun. Dan dengan bayaran rutin dari google adsense saya bisa membiayai kuliah sendiri, bahkan lebih dari itu saya dapat membuka office sendiri dengan modal adsense.

Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Mudah-mudahan buku ini bisa membuka jalan di tengah kehidupan yang semakin keras.

Judul: Meningkatkan Finansial Dosen, Guru dan Mahasiswa dengan Blogspot & Google Adsense
Penerbit: Elex Media Komputindo
Penulis: Ridwan Sanjaya dan William Sutanto (Saya)
Terbit: Akhir Agustus 2008
Harga: Rp. 33.800,-
Dapat dibeli di Gramedia dan toko-toko buku terdekat.