Awas Harimau di Merbabu!!!
Posted on November 18, 2008
Filed Under Sekilas Info
Padahal pengen daki merbabu malam tahun baru nanti. Jadi agak takut setelah baca berita ini. Artikel dari harian kompas.
BOYOLALI, KOMPAS - Kerusakan ekosistem yang mulai mengganggu mata rantai makanan hewan di Gunung Merbabu, Jawa Tengah, membuat daerah jelajah harimau semakin luas sehingga membahayakan manusia.
Minggu (16/11) sore, seorang perempuan berusia sekitar 30 tahun ditemukan tewas akibat dimangsa harimau di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, Dusun Krembyungan, Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.
Kepala Balai Taman Nasional (BTN) Gunung Merbabu Untung Sugiyono di Boyolali, Senin, mengatakan, perempuan yang identitasnya tak diketahui ini diperkirakan sudah tewas satu hari sebelumnya. Korban ditemukan di hutan yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Dusun Krembyungan.
”Daging paha korban habis sehingga hanya tinggal tulang. Pakaian korban juga tercabik-cabik. Warga yang berupaya mengevakuasi korban sempat melihat ada seekor harimau muncul tidak jauh dari sana,” kata Untung.
Ia mengutarakan, selama ini petugasnya sama sekali belum pernah menemui harimau di Gunung Merbabu. Diduga, harimau tersebut kesulitan mencari makanan di daerah ketinggian sehingga mulai memperluas wilayah jangkauannya yang bisa mencapai radius 100 kilometer persegi. ”Rusa dan kijang yang menjadi makanan harimau ini semakin berkurang karena perburuan liar yang marak maupun karena rusa tersebut kesulitan mendapat makanan karena rusaknya ekosistem. Akibatnya, harimau mulai turun dan manusia menjadi sasaran,” kata Untung.
Koordinator Polisi Hutan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Eko Novi mengutarakan, jarak penemuan mayat tersebut dari jalur pendakian Wekas, Pakis, hanya sekitar 2 kilometer sehingga pendaki harus lebih waspada.
Para pendaki diimbau mendaki dalam rombongan dan menghindari berteduh di pohon-pohon lebat bila sedang hujan. ”Kami tak akan menutup jalur pendakian, tetapi akan mengirimkan pemberitahuan kepada pengelola jalur pendakian untuk mengingatkan pendaki. Kami akan selidiki jenis harimau itu.” (GAL)
Jadi inget waktu diklat pecinta alam (kalau gak salah akhir 2005), ketemu monyet waktu bangun tidur, lagi acak-acak bekal & sampah. Untung bukan harimau di atas yang datang. Pernah juga waktu mendaki sendiri ke gunung ungaran, waktu turun ada mbah-mbah yang ngajak ngobrol, “kok kendel temen to le, neng kono kan ono macan” (kok berani sekali dik, di sana kan ada macan). Satu lagi pengalaman di merbabu, pas mendaki malam-malam ada anjing dari kejauhan, kelihatan matanya yang bersinar (kena senter) dan menggonggong ke arah kami berdua. Dag dig dug, pikirku kalau menerkam langsung gebuk aja pakai senter besi yang lagi dipegang. Waktu turun (pagi) ternyata ketemu lagi itu anjing, ternyata dalam kondisi terikat. Capek deh… Siapa sih yang taruh anjing di jalur pendakian…
Comments
17 Responses to “Awas Harimau di Merbabu!!!”
Leave a Reply

Gile… tenenan ada harimau di merbabu? berapa kali naek gak pernah ketemu. slamet… slamet…
Saya tidak mengira masih ada harimau di merbabu, kalaupun benar2 ada semoga bisa dilestarikan, jangan ditembak mati.
ITu foto harimau dari mana? Kan di artikelnya nggak disebutin harimau jenis apa….
Setubuh dengan mas Hariman, justru malah bersukur kalo species itu masih alive
@lutfi
di gambarnya kan ada tulisan “ilustrasi diperagakan oleh model”
wow miauuuuuuuuuu
semoga dapat di lestarikan..
wow om ngkong trnyata pendaki sejati, mendaki sendirian di gunung ungaran?? wow
wow..mengerikan..tapi dari segi positifnya masih ada populasi harimau di merbabu, patut dilestarikan
One of my buddies is always talking about your blog at work - finally came and checked it out today, nice work! I’m subscribing to your rss feed - keep on posting!
bahaya tuh kalo nggak segera ditindak lanjuti
wah serem amat
Nekad…. mesakne macan lan korbane…
Wah…wah…wah. Mikir2 jg. Ning koyone tetep arep muncak tahun baru sesok.
Merbabu belum pernah naek nih pengen jg, alam makin rusak, ekosistem ancur, jgn salahkan harimau kalo makan manusia, salahkan tuh yg menggunduli hutan, tanya kenn..naapa?
@ngkong,
model harimaunya digaji berapa tuh?
hehehe… (digaji paha)
Bos jadi ke naik nggak? Ajak2 dong kalo jadi