Tentang SMS Berhadiah, SMS Voting dll

Posted on July 27, 2008 
Filed Under Sekilas Info

Artikel berikut di quote dari kaskus. Judul treadnya, “TOLONG BACA DAN MOHON JANGAN IKUT WALAU PUN HANYA Rp 2000“. Link: http://kaskus.us/showthread.php?t=980765

Dua hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang AFI (Akademi Fantasi
Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari kehidupan mereka. Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan. Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah. Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka anggup menghabiskan uang untuk sms. Orang tua Alfin dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.

Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit mahal RP 500..000. Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi. Kos itu sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar. Makannya sekali sehari. Makan dua kali sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga ada dugem dan kehidupan glamor, lha makan aja susah.

Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, dll.

Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga
bisa cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil. Lagian
pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti
Jovita dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat
job. Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka susah. Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya
bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh. Mereka ga berani minjem banyak karena takut ga bisa bayar.

Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi. Para orang tua dan anak
Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu
bakat di televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh Indosiar. Namun tidak ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun kecil sekali, dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka.

Nah acara ini dan acara sejenis masih banyak, Pildacil juga begitu.
Kasian orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah penipuan
seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos dalam
audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai masuk, bisa dibayangkan
betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.

mungkin ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu ke media anda? Gw
punya nomer kontak mereka. Gaya hidup mereka yang kontras dengan image
publik kayanya menarik untuk diangkat. Ini juga penting agar anak-anak dan
orang tua di Indonesia kaga tertipu lebih banyak lagi.

JUDI SMS MENGGILAAAA ……

Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan.
Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI,
Putri Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium…

Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum — setidaknya sampai saat ini. Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS
iayanya –anggaplah- - Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk “bandar” (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya. Jika dari satu SMS ini “bandar” mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? rumah senilai 1 milyar, itu
artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang
diraupnya sebagai “biaya promosi”! Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan “siapa tahu” mendapat hadiah. Kata “siapa tahu” adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa handphone. Pulsa ini dibeli pakai uang.
Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.

Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat
iklan yang saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak, “buka” atau “sahur”, lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis.
Ada kata, “dapatkan handphone… ” Saya bilang ini menyesatkan, karena
pemirsa televisi bisa menyangka : “Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll free), saya bisa mendapat handphone gratis”.

Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!

Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini.
Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belaka.

Saya pribadi juga tidak senang sama ginian sejak dulu. Cuma pernah sms 1 kali, waktu teman satu sekolah ikutan AFI (Rifki AFI). Lihat aja iklan-iklan sms di TV, apa ada tanda-tanda kalau ada pemirsa yang memenangkan hadiah? Ada satu radio di Semarang, kuis SMS buaanyak banget. Modelnya, pengirim SMS bakal ditelpon pada saat acara berlangsung. Pertanyaan-pertanyaannya sangat sangat mudah, tapi lucunya saya tidak pernah denger ada orang yang menang kuis tersebut. Manipulasinya keliatan banget…

Pihak yang berwenang sebaiknya segera tertibkan bisnis kuis seperti ini.

Comments

6 Responses to “Tentang SMS Berhadiah, SMS Voting dll”

  1. lovepassword on July 29th, 2008 6:53 am

    Saya sih gak urusan judi apa nggak - asalkan emang diniatin sejak awalnya.

    Yang saya nggak ngeh itu kenapa masyarakat kita ini hipokrit banget.

    Judi diilegalkan seperti Porkas/SDSB diharamkan - tetapi kalau kuis SMS yang sebenarnya konsepnya sama dibiarkan saja.

    Malahan ada yang hadiahnya umroh, dsb - Dan biasanya ini diiklankan oleh tokoh-tokoh agama yang lumayan berpengaruh. Lha kalau acaranya dikait-kaitkan dengan agama lalu ya apa jadi hilang muatan perjudiannya ???

    Saya sih lebih salut sama Ali Sadikin yang terang-terangan mau bikin pusat perjudian di Jakarta. Ketimbang tokoh-tokoh kita sekarang yang hipokrit soal judi, karena mereka jadi bintang iklan kuis SMS atau karena dapat cipratan rejeki dari SMS.

  2. Rakadewa on August 2nd, 2008 7:39 pm

    wah…saya dukung ngkong….saya akan sebarkan lewat e-mail…tapi mohon ijin untuk copy postingan boleh gak?

  3. aafyn on August 5th, 2008 2:26 pm

    gw ga pernah tertarik untuk ngirim sms ginian :D turut prihatin ama korbannya :)

  4. lutfi on August 14th, 2008 10:36 pm

    saya setuju ttg manipulasi itu mas. pernah temen kosan sebelah saya. pernah dapet hadiah dari radio. tapi ya gitu…. sebelum kuisnya dimulai dia ditelp pihak radio supaya dia menelepon itu radio, dikasih tau juga pertanyaan ama jawabannya. ya otomatis dia yg menang dong.

  5. adi on September 25th, 2008 1:45 pm

    ikut prihatin dengan mentalitas bangsa yang rendah, mereka pengin kaya dengn cara yang instan dan untung-untungan…

  6. entertainment art on October 27th, 2008 9:42 am

    waduh untung dari dulu gue ga pernah ikutan sms, cuman nonton doang

Leave a Reply